Pegadaian Cepat - Dana Tunai Bunga Bank Rendah & Ringan

Pertentangan Dalam Program Gadai Bpkb


Pertentangan dalam program gadai bpkb seperti yang kami kelola, selalu terjadi. Walau dalam hal skala besar sangat jarang terjadi. Kebanyakan hanya dalam hal kecil saja. Dan pada umumnya terkait dengan pemahaman yang berbeda, yang mungkin tidak pernah diterima nasabah di awal, saat sebelum melakukan pendaftaran. Dan biasanya juga disebabkan mindset yang sudah terlanjur tertanam, yang diterapkan oleh perusahaan lain, yang pernah diikuti oleh debitur.

gadai bpkb mobil

Contoh yang paling sering terjadi adalah pendapat nasabah yang mengira bahwa menggadaikan bpkb di Danajakarta itu sama dengan Pegadaian. Padahal, metode bisnis gadai kami untuk jaminan bpkb mobil dan motor jelas berbeda. Sistem yang kami terapkan mengikuti amortisasi perbankan.

Adapun pertentangan yang mengakibatkan kesalah-pahaman pada program gadai bpkb yang melibatkan debitur dengan kreditur, dan cukup penting untuk diketahui, diantaranya:

  1. Penetapan taksasi harga. Permasalahan kecil yang sering muncul ini disebabkan karena nasabah mengira bahwa taksasi adalah sama dengan harga pasaran. Mereka sering lupa bahwa program gadai untuk bpkb ini bukanlah jual beli kendaraan. Harga pasaran adalah salah satu komponen dari beberapa komponen penentu harga taksasi jaminan yang merupakan hasil rata-rata.
  2. Debitur mengira bahwa patokan tahun adalah penerbitan STNK. Pertentangan seperti ini sering terjadi jika kendaraan dibeli di akhir tahun, dan STNK baru jadi di samsat setempat di awal tahun berikutnya. Sebagai perusahaan pembiayaan, dasar penetapan yang kami gunakan adalah tahun pembuatan kendaraan.
  3. Nasabah menginginkan agar leasing memperhitungan warna dan aksesoris tambahan. Jawaban atas permasalahan ini adalah sama dengan poin pertama, dimana kami bukanlah melakukan transaksi jual beli. Program pinjaman gadai dengan jaminan bpkb yang kami tawarkan menetapkan larangan pada agunan kondisi tertentu. Pada poin terakhir (poin 8) adalah melarang adanya modifikasi ekstrem terhadap jaminan mobil atau motor.
  4. Pertentangan karena disinyalir bahwa leasing melakukan promosi sesat dalam hal suku bunga yang diterapkan. Menjawab masalah ini cukup mudah. Perlu anda sadari bahwa komponen rumus perhitungan simulasi gadai ada beberapa hal. Selain suku bunga, ada beberapa biaya yang wajib ditanggung oleh debitur, seperti biaya admin dan asuransi. Tahukah anda bahwa asuransi jenis allrisk misalnya, memiliki tarif 3% per tahun? Jika tenor 3 tahun, bukankah itu setara dengan 9%? Jadi, jika kami sampaikan bunga setahun 9% atau 27% per 3 tahun, itu artinya totalnya mencapai 36%, dan belum termasuk administrasi, bukan?
  5. Pertentangan dalam hal kepemilikan jaminan bpkb. Debitur sering mengira bahwa dalam program gadai, mobil atas nama saudara dapat dianggap sebagai milik sendiri (keluarga), sehingga mereka menginginkan suku bunga pada penawaran promo gadai dan pencairan maksimal. Perlu anda pahami bahwa dalam sisi hukum, yang disebut keluarga hanyalah suami, istri dan anak (yang belum menikah). Jadi, status sepupu, om atau tante bukanlah dianggap sebagai keluarga.

Demikianlah penjelasan atas pertentangan pemahaman yang sering terjadi saat nasabah ingin menggadaikan bpkb. Pemahaman atas program kami perlu anda ketahui secara detail, agar segala proses dapat berjalan lancar.