Pegadaian Cepat - Dana Tunai Bunga Bank Rendah & Ringan

Perbedaan Pegadaian Konvensional Vs Modern


Seiring dengan berjalannya waktu, terjadi perubahan yang cukup mendasar pada bisnis pegadaian yang ada di Indonesia. Tuntutan kebutuhan masyarakat, perubahan kebijakan dan peraturan serta mencoba memberikan alternatif pilihan menarik kepada semua pihak yang membutuhkan dana. Kedua layanan ini berbeda dari konsep yang menitik-beratkan pada jenis agunannya.

Pegertian Pegadaian

Adapun pengertian #pegadaian adalah tempat terjadinya kegiatan proses gadai sesuatu barang berharga baik dalam bentuk fisik maupun surat berharga yang memiliki nilai ekonomis demi mendapatkan dana. Dan layanan inilah yang berkembang. Jika secara konvensional anda harus menunjukkan dan memberikan fisik barang sebagai agunan, kini bukti kepemilikan barang tersebut (surat / dokumen) yang memiliki nilai berharga dapat juga dijadikan jaminan (pegadaian modern).

Perbedaan Layanan

Adapun perbedaan antara pegadaian konvensional vs modern dapat anda lihat di bawah ini:

pegadaian konvensional
Pegadaian Bumn

Jaminan Konvensional

  • Berbentuk fisik barang berharga.
  • Biasanya tidak diperlukan survey, selama anda pemilik sah barang tersebut.
  • Nilai dana yang diperoleh tidak terlalu tinggi dibanding dengan harga sesungguhnya barang tersebut.
  • Jangka waktu pinjaman (tenor) tidak terlalu lama.
  • Terjadi pemisahan antara pembayaran pokok hutang dengan bunga yang dibebankan. Makanya, tidak ada denda jika anda mencoba melunasi kapan saja.
  • Denda berlaku jika anda tidak membayar bunga tepat waktu.
  • Jika barang tersebut hanya dapat dijual dengan syarat menunjukkan dokumen kepemilikan, maka nilai pencairannya menjadi sangat tinggi. Contohnya: #Mobil, motor, rumah, tanah dan lain-lain.
  • Jika jaminan bukan barang tanpa dokumen, masih bisa dijadikan agunan selama bernilai ekonomis tinggi seperti: Emas, perhiasan, elektronik dan lain-lain.
  • Nama lain layanan ini sering disebut gadai mobil tanpa surat, jika agunannya kendaraan roda empat.
  • Pelopornya adalah Pegadaian milik pemerintah (BUMN), dan memiliki jaringan kantor yang sangat banyak. Hal ini diperlukan terkait penyimpanan jaminan yang membutuhkan ruangan khusus.

Agunan Modern

  • Berbentuk surat atau dokumen kepemilikan.
  • Diperlukan dua macam survey, yaitu terhadap barangnya maupun terhadap pemohonnya. Jika nasabah disurvey, maka salah satu dasar analisa persetujuan adalah keberadaan dokumen┬ákeuangan yang akan memastikan kemampuan membayar cicilan setiap bulan.
  • Nilai pencairannya menjadi sangat tinggi karena tanpa dokumen, anda tidak dapat melakukan transaksi jual beli barang agunan. Apalagi prosesnya didahului dengan survey.
  • Pegadaian ini basanya memiliki tenor yang standar. Misalnya: satu tahun atau dua tahun, bahkan kini sudah mencapai empat tahun. Dan jika anda melunasi sebelum batas waktu maka dikenakan pinalti (denda).
  • Pelunasan hutang pokok dan bunga (keduanya disebut total outstanding pinjaman), dilakukan setiap bulan dengan cara dicicil (angsuran).
  • Besarnya pencairan uang yang dipinjam juga dipengaruhi usia dan kondisi agunan.
  • Dalam satu kota tidak diperlukan jumlah kantor yang banyak sebagai lokasi penyimpanan agunan. Makanya, jenis yang terbaru (modern) ini lebih banyak memasarkan layanannya dengan berbagai metode. Salah satunya seperti yang dilakukan Dana Jakarta dengan menerbitkan aplikasi android pinjaman.
  • Sering disebut leasing (perusahaan pembiayaan) atau pegadai swasta.

Dari perbedaan antara pegadaian konvensional dengan yang modern di atas, anda dapat memilih mana yang tepat sesuai kebutuhan. Jika kebutuhan dana besar, dan diyakini tidak dapat mengembalikan keseluruhan dana sekaligus dalam waktu pendek, maka disarankan memilih pegadaian modern. Keduanya merupakan usaha gadai resmi yang diawasi oleh pemerintah.