Pegadaian Cepat - Dana Tunai Bunga Bank Rendah & Ringan

Jenis Pecahan Uang Tunai Yang Beredar di Indonesia


Jika kita perhatikan dalam dua dekade belakangan ini, jenis pecahan uang tunai rupiah yang beredar di masyarakat Indonesia terjadi perubahan yang cukup drastis. Sebagian yang masih diakui oleh bank Indonesia (aktif), ternyata sudah sulit ditemukan, terutama mata uang rupiah berbentuk logam dengan satuan nominal kecil. Perkembangan yang menarik adalah, dalam beberapa tahun terakhir, uang tunai yang banyak dipegang dan diedarkan adalah satuan nominal yang besar. Apa saja yang lazim dan mudah ditemukan peredarannya? Berikut ini ulasannya untuk anda.

jenis uang rupiah

Sebagai penyedia pinjaman dana tunai di Indonesia, maka kami perlu berbagi beberapa jenis nilai nominal pecahan uang rupiah aktif yang banyak ditemukan di masyarakat dan sering dijadikan alat pembayaran yang sah adalah sebagai berikut:

  1. Nominal seratus ribu (Rp. 100.000). Inilah pecahan rupiah yang paling besar dan cukup banyak beredar di masyarakat di Indonesia. Nilai tunai berwarna merah dengan ciri gambar pahlawan proklamator Soekarno Hatta ini menjadi alat transaksi yang paling disukai.
  2. Pecahan lima puluh ribu (Rp. 50.000). Uang tunai dengan warna biru ini bergambar pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai. Nominal ini juga cukup banyak dijadikan alat transaksi pembayaran di masyarakat Indonesia.
  3. Nominal dua puluh ribu (Rp. 20.000). Ciri khas warna hijau terang pada mata uang ini sangat mudah dikenali. Pada pecahan ini bergambar pahlawan Nasional bernama Otto Iskandar Dinata.
  4. Pecahan sepuluh ribu (Rp. 10.000). Nominal uang secara #tunai ini memiliki warna ungu cenderung ke merah. Supaya masyarakat dapat dengan mudah mengenalinya, maka dipasanglah gambar pahlawan Sultan Mahmud Baddarudin II. Beberapa warga asing yang menjadi kerabat saya, sering kesulitan mengenali secara sepintas uang ini, jika didekatkan dengan seratus ribu rupiah.
  5. Mata uang lima ribu (Rp. 5.000). Jenis ini memiliki ciri berwarna coklat semu kuning terang dengan gambar pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol. Ini merupakan pecahan uang yang sudah cukup lama beredar dan masih aktif di Indonesia sebagai alat transaksi pembayaran tunai.
  6. Pecahan dua ribu (Rp. 2.000). Mata uang kartal (fisik) ini memiliki gambar pahlawan Pangeran Antasari. Dengan ciri berwarna abu-abu, pecahan ini sangat mudah dikenali dan aktif digunakan di masyarakat sekarang ini.
  7. Mata uang seribu (Rp. 1.000). Dalam perkembangannya, bank Indonesia mengeluarkan varian logam untuk pecahan berwarna hijau ini. Adapun nama pahlawan dalam pecahan seribu rupiah ini adalah Pattimura.
  8. Pecahan lima ratus rupiah (Rp. 500). Pada pecahan yang berwarna kombinasi hijau putih (uang kertas) terdapat gambar Orang utan. Jenis yang kertas sudah mulai jarang ditemukan di masyarakat, dan tergantikan oleh logam.
  9. Pecahan dua ratus (Rp. 200). Uang nominal ini juga sering dijadikan transaksi dalam masyarakat dan hanya dikeluarkan bank Indonesia dalam bentuk logam.
  10. Mata uang seratus rupiah (Rp. 100). Dulu jenis ini beredar dalam bentuk kertas. Tetapi kini varian logamnya saja yang digunakan oleh masyarakat dalam transaksi tunai sebagai alat pembayaran.
  11. Pecahan lima puluh rupiah (Rp. 50). Inilah mata uang terkecil yang masih banyak digunakan oleh masyarakat sebagai alat pembayaran yang sah. Walau tidak banyak jenis barang yang dapat dibeli dengan nilai nominal ini, tetapi dalam transaksi pembayaran nominal 50 rupiah masih sering digunakan dalam pengembalian pembayaran barang.

Demikianlah jenis pecahan mata uang rupiah yang aktif dan banyak beredar, serta masih berlaku di Indonesia. Transaksi secara tunai di masyarakat masih menggunakan seluruh nominal tersebut. Baik dalam transaksi di tempat pinjam uang di Indonesia, di pasar maupun dalam transaksi keuangan apapun secara fisik cash.

Info Terkait

error: Yakin dengan diri sendiri dong.. bukan pengecut tukang copas..!